7 Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat: Panduan Sah 1 & 2 Salam [Lengkap]

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Tata cara sholat witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan dua metode utama yang sah menurut sunnah, yaitu dengan dua kali salam yang memisahkan dua rakaat awal dengan satu rakaat terakhir, atau satu kali salam dengan mengerjakan tiga rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal. Ibadah ini merupakan penutup rangkaian sholat malam yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat Muslim mulai dari setelah isya hingga sebelum waktu subuh tiba sebagai penyempurna ibadah harian.

Seringkali di lapangan, saya menemukan banyak teman-teman Muslim yang ragu untuk merutinkan witir karena bingung dengan teknis pelaksanaannya. Ada yang beranggapan bahwa witir harus tidur dulu, atau ada ketakutan salah praktik karena bingung membedakan antara metode satu salam dan dua salam. Keraguan ini sangat wajar, namun sayang sekali jika hal teknis membuat kita meninggalkan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah ﷻ ini. Sebagai sesama pembelajar yang ingin terus memperbaiki kualitas ibadah, mari kita bedah tuntas bagaimana sebenarnya panduan yang benar, ringan, dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ agar kita bisa mengamalkannya dengan tenang setiap malam.

Mengenal Hakekat Sholat Witir Sebagai Penutup Malam

Sebelum kita masuk ke teknis tata cara sholat witir 3 rakaat, penting bagi kita untuk memahami mengapa ibadah ini begitu istimewa. Dalam pengalaman saya berdiskusi dengan jamaah, banyak yang menganggap witir hanya “ibadah musiman” yang khusus dilakukan saat Ramadhan saja. Padahal, Nabi Muhammad ﷺ hampir tidak pernah meninggalkan witir, baik saat bermukim maupun saat sedang safar (bepergian).

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim: “Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari adalah sholat witir.”

Kita bisa memaknai ini sebagai bentuk “segel” atau penutup proposal ibadah kita hari itu. Jika seharian kita disibukkan dengan urusan dunia, maka tata cara sholat witir 3 rakaat yang kita kerjakan menjadi momen manis kita menutup hari dengan mengingat Allah ﷻ. Saya pribadi merasakan ketenangan yang berbeda ketika berhasil menutup hari dengan witir, seolah beban hari itu telah kita serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Mengatur.

Baca :  Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Ini Hukum & Fakta Fiqih

Waktu Pelaksanaan Witir: Fleksibilitas di Luar dan Dalam Ramadhan

Salah satu pertanyaan yang paling sering masuk ke DM atau ditanyakan mahasiswa saya adalah soal waktu. “Pak, saya belum tidur, bolehkah witir?” atau “Kalau sudah witir sebelum tidur, nanti malam tahajjud lagi bagaimana?”. Mari kita luruskan ini.

Ketentuan Waktu Witir Sebelum Tidur vs Setelah Bangun Tidur

Banyak mitos beredar bahwa sholat sunnah malam, termasuk witir, syarat sahnya adalah harus tidur terlebih dahulu. Ini kurang tepat. Berdasarkan pengalaman saya membedah berbagai kitab fiqih, tidur bukanlah syarat sah witir, melainkan syarat utama untuk sholat Tahajjud.

Bagi kita yang memiliki tipe tidur nyenyak (susah bangun malam), saya sangat menyarankan untuk mengambil opsi witir sebelum tidur. Ini adalah wasiat Nabi Muhammad ﷺ kepada sahabat Abu Hurairah RA: “Kekasihku (Rasulullah ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga hal… (salah satunya) agar aku melakukan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, jika Anda tipe yang mudah bangun malam, maka menunda tata cara sholat witir 3 rakaat hingga sepertiga malam terakhir (setelah Tahajjud) adalah yang paling utama (afdhal).

! ⚠️ Penting: Jika Anda sudah melakukan witir sebelum tidur, lalu terbangun malam hari untuk Tahajjud, Anda TIDAK PERLU melakukan witir lagi. Nabi bersabda: “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi).

Batas Akhir Waktu Mengerjakan Sholat Witir

Kita perlu disiplin melihat waktu subuh. Batas akhir untuk mengerjakan tata cara sholat witir 3 rakaat adalah terbitnya fajar shadiq (waktu Subuh). Seringkali saya melihat kasus di bulan Ramadhan, orang-orang masih asyik makan sahur sampai mendekati imsak, lalu buru-buru sholat witir saat adzan subuh hampir berkumandang.

Ingatlah, jika adzan Subuh sudah berkumandang, waktu witir sudah habis. Oleh karena itu, estimasikan waktu dengan baik. Jika waktu sudah sangat mepet, cukup kerjakan witir 1 rakaat saja, karena witir minimal adalah 1 rakaat.

📢 Rekomendasi: Agar sholat lebih khusyuk dan tepat waktu, saya menyarankan Anda memiliki Tasbih Digital untuk menghitung dzikir sembari menunggu waktu, serta buku panduan Tuntunan Sholat yang praktis untuk dibawa kemana saja.

Inti Pembahasan: Memilih Metode 3 Rakaat (1 Salam atau 2 Salam)

Disinilah letak “Content Gap” atau kebingungan terbesar yang sering saya temui. Ketika seseorang ingin melaksanakan tata cara sholat witir 3 rakaat, mana yang harus dipilih? Apakah dipisah atau digabung? Jawabannya: Keduanya Boleh, tapi ada aturannya.

Metode Pertama: Format Dua Rakaat Ditambah Satu Rakaat (Dua Kali Salam)

Metode ini adalah yang paling umum dilakukan di Indonesia, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan mayoritas masjid saat Tarawih. Caranya adalah memisahkan 3 rakaat tersebut.

Dalam praktiknya, kita mengerjakan sholat dua rakaat terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan salam. Setelah itu, kita berdiri lagi untuk mengerjakan satu rakaat witir, lalu salam lagi. Ini metode yang sangat aman dan memberikan jeda bagi kita jika ingin berdoa di antara sholat tersebut. Ibnu Umar RA, salah satu sahabat Nabi, biasa melakukan metode ini, bahkan beliau sempat berbicara (untuk keperluan mendesak) di antara dua rakaat dan satu rakaat tersebut.

Baca :  7 Rahasia Hukum Witir Setelah Tahajud: Sahkah Shalatnya?

Metode Kedua: Format Tiga Rakaat Sekaligus Tanpa Tasyahud Awal (Satu Kali Salam)

Metode ini sering diamalkan oleh saudara kita di Muhammadiyah dan juga valid menurut dalil hadits. Namun, ada satu poin kritis yang sering salah dipahami oleh orang awam.

Dalam tata cara sholat witir 3 rakaat model ini, kita mengerjakan 3 rakaat langsung sekaligus dengan satu kali salam di akhir. Kuncinya adalah: JANGAN DUDUK TASYAHUD AWAL.

Kenapa? Karena Nabi Muhammad ﷺ melarang kita menyamakan sholat witir dengan sholat Maghrib. Beliau bersabda: “Janganlah kalian menyerupakan sholat witir dengan sholat Maghrib.” (HR. Thahawi dan Daruquthni). Sholat Maghrib memiliki tasyahud awal di rakaat kedua, maka untuk membedakannya, sholat witir 3 rakaat sekaligus ini dilakukan tanpa tasyahud awal. Jadi, dari rakaat kedua, langsung berdiri ke rakaat ketiga.

📢 Rekomendasi: Untuk menambah kenyamanan saat sujud yang lama di sepertiga malam, penggunaan Sajadah Kubah Premium yang tebal sangat membantu lutut dan dahi kita agar tetap nyaman.

Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat (Lengkap Latin dan Arti)

Seringkali di lapangan, perbedaan niat inilah yang membuat seseorang ragu untuk memulai sholat. “Apakah niat saya sudah benar?” adalah pertanyaan wajar. Kunci dari niat adalah Azm (keinginan kuat) di dalam hati. Namun, melafadzkannya (Talaffudz) dianjurkan oleh mayoritas ulama Syafi’iyah untuk membantu memantapkan hati (litatbiqil lisan ‘alal qalb).

Berikut adalah panduan niat berdasarkan metode yang Anda pilih di atas:

Niat untuk Metode 2 Salam (Pada 2 Rakaat Pertama)

Ini dibaca saat mengerjakan 2 rakaat awal (sholat Syafa’).

Ushallii sunnatan minal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah bagian dari sholat witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat untuk Metode 2 Salam (Pada 1 Rakaat Terakhir)

Ini dibaca saat berdiri kembali untuk mengerjakan 1 rakaat penutup.

Ushallii sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat untuk Metode 1 Salam (3 Rakaat Langsung)

Jika Anda memilih metode 3 rakaat sekaligus (tanpa tasyahud awal), gunakan niat ini:

Ushallii sunnatal witri tsalaatsa rak’aatin lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara dan Urutan Gerakan Sholat Witir

Agar tidak bingung, mari kita simulasikan tata cara sholat witir 3 rakaat ini langkah demi langkah. Saya akan fokus pada metode 3 Rakaat 1 Salam (tanpa Tasyahud Awal) karena ini yang sering memiliki detail teknis yang berbeda dengan sholat fardhu biasa.

  1. Takbiratul Ihram: Berdiri tegak menghadap kiblat, angkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar” bersamaan dengan niat di dalam hati.
  2. Membaca Al-Fatihah & Surat Pendek (Rakaat 1): Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-A’la (Sabbihisma Rabbikal A’la). Ini berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Ruku’ & Sujud: Lakukan gerakan ruku’ dan sujud seperti sholat biasa dengan tuma’ninah (tenang).
  4. Berdiri untuk Rakaat Kedua: Baca Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat Al-Kafirun.
  5. Langsung Berdiri ke Rakaat Ketiga (Tanpa Duduk Tasyahud Awal): Ini poin kritisnya. Setelah sujud kedua di rakaat kedua, langsung bangkit berdiri sambil bertakbir. Jangan duduk tahiyat/tasyahud awal agar tidak menyerupai Maghrib.
  6. Rakaat Ketiga: Baca Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  7. Qunut (Opsional/Kondisional): Jika berada di pertengahan akhir Ramadhan, disunnahkan melakukan Qunut sebelum sujud (setelah I’tidal).
  8. Tasyahud Akhir & Salam: Duduk tasyahud akhir, membaca bacaan tahiyat, sholawat, lalu diakhiri dengan salam menoleh ke kanan dan kiri.
Baca :  7 Hikmah Puasa Ramadhan Bagi Muslim: Transformasi Total Jiwa Raga [Sains]

! ⚠️ Penting: Tuma’ninah (berhenti sejenak/tenang) adalah rukun sholat. Jangan terburu-buru seperti ayam mematuk makanan, karena itu bisa membatalkan sholat.

Penggunaan Doa Qunut dalam Sholat Witir

Banyak diskusi hangat di masyarakat mengenai Qunut Witir. Ada yang mewajibkan, ada yang meninggalkan. Bagaimana sikap kita sebagai sahabat Muslim yang moderat?

Aturan Membaca Qunut Witir di Pertengahan Bulan Ramadhan

Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i menganjurkan pembacaan Qunut pada rakaat terakhir witir mulai dari malam ke-16 bulan Ramadhan hingga akhir bulan. Ini adalah praktik yang dijalankan Umar bin Khattab RA dan para sahabat lainnya.

Doa yang dibaca umumnya sama dengan Qunut Subuh (Allahummahdinii fiiman hadait…). Jika kita berjamaah di masjid yang menggunakan Qunut, maka makmum wajib mengikuti imam agar sholatnya tetap dalam kesatuan jamaah.

Solusi Jika Tidak Hafal Doa Qunut atau Lupa Membacanya

Di lapangan, saya sering mendapati pertanyaan dari mualaf atau saudara kita yang baru belajar: “Pak, saya belum hafal Qunut, apakah sholat saya tidak sah?”

Jawabannya menenangkan: Sholat witir Anda tetap sah. Qunut dalam witir hukumnya Sunnah Ab’ad (menurut Syafi’iyah).

  • Jika Lupa: Disunnahkan melakukan Sujud Sahwi sebelum salam, tapi jika tidak dilakukan pun sholat tetap sah.
  • Jika Tidak Hafal: Anda bisa menggantinya dengan doa apapun yang Anda hafal (misalnya Rabbana aatinaa…) atau cukup diam berdiri sejenak (kadar membaca subhanallah) saat posisi Qunut dengan niat berdzikir. Islam itu mudah dan tidak memberatkan.

📢 Rekomendasi: Untuk mempelajari bacaan sholat dan artinya lebih dalam agar ibadah makin “nyambung” dengan Allah, buku Arti Bacaan Sholat sangat saya rekomendasikan untuk dibaca di waktu senggang.

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir

Setelah salam, jangan langsung beranjak atau tidur. Ada “pendinginan” spiritual yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Beliau biasa membaca dzikir berikut ini sebanyak tiga kali:

Subhaanal malikil qudduus

Artinya: “Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci.”

Pada bacaan yang ketiga, beliau mengeraskan suaranya dan memanjangkannya, lalu menambahkan: Rabbil malaa-ikati war ruuh.

Artinya: “Tuhan para malaikat dan ruh (Jibril).”

Kemudian bisa dilanjutkan dengan doa witir yang umum dibaca: Allahumma inni a’uudzu biridhaaka min sakhatika, wa bi mu’aafatika min ‘uquubatika…

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  1. Bolehkah sholat witir hanya 1 rakaat saja? Boleh. Minimal witir adalah 1 rakaat. Namun, untuk kesempurnaan (akmal), minimal 3 rakaat.
  2. Jika sudah witir 3 rakaat, apakah boleh sholat Tahajjud lagi? Boleh sholat Tahajjud lagi, tapi JANGAN melakukan witir lagi di akhir. Cukup sholat malam genap (2 rakaat-2 rakaat) saja.
  3. Apakah witir harus membaca surat dengan suara keras (jahr) atau pelan (sirr)? Jika sholat sendirian, Anda bebas memilih. Boleh dilirihkan (agar khusyuk sendiri) atau dikeraskan sedikit (agar tidak mengantuk), selama tidak mengganggu orang lain yang sedang tidur.

Semoga panduan ini bermanfaat. Mari kita mulai rutinkan witir malam ini, meskipun hanya 1 atau 3 rakaat sebelum tidur. Barakallahu fiikum.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *