Ini 3 Amalan Sunnah Saat Sahur Yang Wajib Kamu Ketahui Agar Penuh Berkah

Sahur adalah waktu yang penuh berkah. Amalan sunnah saat sahur tidak hanya memberikan energi fisik, tetapi juga kekuatan spiritual untuk menjalani ibadah puasa sehari penuh. Mengakhirkan sahur adalah salah satu sunnah utama yang sangat ditekankan, karena waktu tersebut berdekatan dengan azan Subuh, yang merupakan saat mustajab untuk berdoa.
Sahur, atau makan di waktu dini hari sebelum fajar, seringkali dianggap sekadar formalitas untuk menahan lapar dan dahaga selama puasa. Banyak di antara kita yang melakukannya dengan tergesa-gesa, bahkan ada yang meninggalkannya karena alasan mengantuk atau malas. Padahal, waktu sahur adalah karunia istimewa yang diberikan Allah ﷻ SWT kepada umat Islam untuk mendapatkan berkah yang luar biasa. Allah ﷻ SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.” (Q.S. Al-Baqarah: 187).
Jika kita hanya fokus pada aspek fisik sahur, kita akan kehilangan esensi spiritual yang terkandung di dalamnya. Nabi Muhammad ﷺ SAW mengajarkan kita berbagai amalan sunnah saat sahur yang mampu mengubah rutinitas makan pagi menjadi ibadah yang mendatangkan pahala berlimpah. Dengan memahami dan mengamalkannya, kita tidak hanya mengisi perut, tetapi juga mengisi jiwa dan mempersiapkan hati untuk ibadah puasa yang lebih berkualitas. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai fiqih puasa dan ibadah Ramadhan lainnya, Anda bisa mengunjungi situs otoritas Islam seperti NU Online.
Mengapa Sahur Penuh Keistimewaan dan Keberkahan?
Bulan Ramadhan adalah bulan di mana setiap detik bernilai ibadah, termasuk waktu sahur. Rasulullah ﷺ SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa sahur adalah pintu gerbang keberkahan yang tidak boleh kita sepelekan.
Berkah sahur ini mencakup berbagai aspek. Secara fisik, sahur memberikan energi yang cukup agar kita mampu menjalankan puasa dengan optimal tanpa kelelahan berlebihan. Namun, berkah yang lebih besar adalah berkah spiritual. Waktu sahur adalah bagian dari sepertiga malam terakhir, waktu di mana Allah ﷻ SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
Tiga Sunnah Utama dalam Melaksanakan Sahur
Waktu sahur adalah saat yang istimewa, namun ada amalan sunnah saat sahur yang paling dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ SAW. Tiga hal berikut adalah pilar utama yang harus kita perhatikan agar sahur kita tidak sekadar makan, tetapi juga bernilai ibadah.
1. Mengakhirkan Sahur Mendekati Waktu Fajar
Mengakhirkan sahur berarti menunda makan hingga mendekati waktu imsak atau azan Subuh. Tindakan ini merupakan sunnah yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad ﷺ SAW. Dengan mengakhirkan sahur, kita mendapatkan berkah yang lebih besar dan mempersiapkan diri untuk ibadah fajar.
Mengakhirkan sahur memiliki hikmah ganda. Pertama, secara fisik, sahur yang dilakukan mendekati Subuh akan memberikan energi lebih lama, mengurangi rasa lapar di siang hari. Kedua, secara spiritual, waktu ini adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa dan beristighfar, sehingga kita dapat menggabungkan ibadah fisik dan spiritual.
2. Memperhatikan Pilihan Makanan yang Berkah
Penting untuk memperhatikan apa yang kita konsumsi saat sahur. Rasulullah ﷺ SAW mengajarkan kita untuk mengonsumsi makanan yang berkah dan memberikan manfaat terbaik untuk tubuh. Meskipun tidak ada larangan makanan tertentu, ada beberapa makanan yang dianjurkan dalam sunnah.
Salah satu amalan sunnah saat sahur adalah mengonsumsi kurma. Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.” (HR. Abu Daud). Kurma memiliki kandungan gizi yang tinggi, mudah dicerna, dan memberikan energi instan yang bertahan lama. Selain kurma, minum air putih yang cukup juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi selama puasa.
3. Memanfaatkan Waktu Sahur untuk Beribadah
Sahur bukan hanya tentang makan, tetapi juga tentang mengisi waktu di sepertiga malam terakhir dengan ibadah. Waktu ini dikenal sebagai “saatul mustajab” (waktu dikabulkannya doa).
Amalan sunnah saat sahur yang paling dianjurkan adalah shalat malam atau tahajjud. Meskipun sahur dilakukan di akhir malam, kita masih bisa menyempatkan diri untuk shalat dua rakaat atau shalat witir sebelum adzan Subuh. Selain itu, memperbanyak istighfar (memohon ampunan) juga sangat ditekankan pada waktu ini.
Menghidupkan Sepertiga Malam Terakhir: Amalan Saat Sahur yang Melampaui Makan
Selain makan dan minum, ada serangkaian amalan sunnah saat sahur yang dapat kita lakukan untuk menyempurnakan ibadah kita. Waktu antara sahur dan Subuh adalah momen emas yang sayang jika hanya diisi dengan menunggu azan. Mari kita manfaatkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Shalat Malam dan Witir
Bagi mereka yang kesulitan bangun untuk shalat malam di tengah malam, sahur memberikan kesempatan kedua. Kita dapat melaksanakan shalat tahajjud atau witir setelah sahur dan sebelum masuk waktu Subuh.
Shalat di waktu ini memiliki keutamaan yang besar, karena kita mengorbankan waktu tidur untuk berhadapan dengan Allah ﷻ. Ini adalah bentuk pengorbanan yang disukai Allah ﷻ dan dapat meningkatkan kualitas puasa kita.
Memperbanyak Istighfar dan Berdoa
Allah ﷻ SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “…dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah ﷻ).” (Q.S. Adz-Dzariyat: 18). Ayat ini merujuk pada keutamaan beristighfar di waktu sahar, yaitu waktu menjelang fajar.
Memperbanyak istighfar saat sahur adalah amalan sunnah saat sahur yang sangat dianjurkan. Selain memohon ampunan, waktu ini juga mustajab untuk berdoa. Sampaikan segala hajat dan keinginan kita kepada Allah ﷻ, karena Dia berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya di waktu ini.
Kotak Penting: Berkah Sahur dalam Sunnah
- Mengakhirkan sahur: Mendekatkan sahur ke waktu Subuh adalah sunnah yang paling utama.
- Makanan yang berkah: Konsumsi kurma dan air putih sesuai anjuran Rasulullah ﷺ SAW.
- Ibadah spiritual: Gunakan waktu sahur untuk shalat malam, beristighfar, dan berdoa.
- Menjaga Niat: Niatkan sahur sebagai ibadah, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik.
Panduan Praktis Mengamalkan Sahur Sunnah di Tengah Kesibukan
Mungkin sebagian dari kita merasa sulit untuk mengamalkan amalan sunnah saat sahur secara maksimal karena kesibukan atau rasa kantuk. Namun, dengan perencanaan yang baik, kita bisa mengubah sahur menjadi ibadah yang berkesan. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menerapkan sunnah sahur.
1. Tentukan Niat Kuat Sejak Awal Malam
Niatkan sejak sebelum tidur bahwa Anda akan bangun untuk sahur dan beribadah. Pasang alarm tidak hanya untuk sahur, tetapi juga beberapa saat sebelumnya agar Anda memiliki waktu untuk beribadah tambahan.
2. Siapkan Makanan Sahur Sederhana Sejak Malam
Untuk menghindari kerepotan dan menghemat waktu di pagi buta, siapkan makanan sahur yang sederhana dan mudah dihangatkan. Ini memungkinkan Anda memiliki lebih banyak waktu untuk shalat malam atau beristighfar sebelum waktu imsak.
3. Mulai dengan Shalat Tahajjud Singkat
Setelah bangun, mulailah dengan mengambil wudhu dan melaksanakan shalat tahajjud dua rakaat atau shalat witir. Ini adalah cara terbaik untuk membuka hari puasa Anda dengan keberkahan.
4. Makan Sahur di Akhir Waktu
Ikuti sunnah mengakhirkan sahur. Usahakan untuk makan sahur beberapa menit sebelum azan Subuh. Pastikan Anda sudah selesai makan saat azan Subuh berkumandang.
5. Akhiri Sahur dengan Berdoa dan Beristighfar
Setelah makan sahur, jangan langsung tidur atau kembali beraktivitas. Duduklah sejenak dan manfaatkan waktu yang tersisa untuk berdoa dan beristighfar, memohon ampunan dan keberkahan untuk hari itu.
Amalan Sunnah Saat Sahur dalam Kehidupan Modern
Bagi umat Islam di zaman modern, tantangan sahur bisa berbeda-beda. Bagi yang bekerja shift malam, sahur mungkin lebih mudah dilakukan, tetapi bagi yang harus bangun pagi, rasa kantuk adalah musuh terbesar. Namun, dengan niat yang kuat, kita bisa menjadikan amalan sunnah saat sahur sebagai rutinitas yang membahagiakan.
Mengakhirkan sahur adalah kuncinya. Jika kita terbiasa makan sahur jauh sebelum imsak, kita akan lebih cepat lapar di siang hari. Dengan menggeser waktu sahur mendekati fajar, kita mengikuti sunnah dan mendapatkan manfaat fisik serta spiritual.
Pertanyaan Umum Seputar Sahur dan Sunnahnya
Apa hukumnya jika lupa sahur saat berpuasa?
Puasa tetap sah meskipun Anda lupa sahur. Sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah. Namun, Anda akan kehilangan berkah yang ada di dalam sahur.
Bolehkah sahur hanya dengan minum air putih?
Jika Anda tidak memiliki makanan lain atau kesulitan makan, sahur hanya dengan air putih tetap dianggap sah dan memenuhi sunnah sahur. Hal ini lebih baik daripada tidak sahur sama sekali.
Apa perbedaan Sahur dan Imsak?
Imsak adalah penanda dimulainya waktu “hati-hati” di mana kita dianjurkan untuk berhenti makan dan minum. Namun, batas waktu sahur yang sebenarnya adalah saat azan Subuh berkumandang. Mengakhirkan sahur hingga mendekati azan Subuh adalah sunnah.
Bagaimana cara menumbuhkan semangat beribadah di waktu sahur?
Mulailah dengan niat tulus dan motivasi bahwa sahur adalah kesempatan emas. Ajak keluarga Anda untuk sahur bersama dan isi waktu tunggu dengan dzikir atau membaca Al-Qur’an.
Menutup Bulan Ramadhan dengan Penuh Keberkahan
Waktu sahur adalah anugerah yang diberikan Allah ﷻ SWT kepada umat-Nya di bulan Ramadhan. Jangan biarkan waktu ini terlewat begitu saja tanpa nilai ibadah yang optimal. Dengan mengamalkan amalan sunnah saat sahur, kita berpotensi mendapatkan berkah ganda: kekuatan fisik untuk berpuasa dan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dengan menghidupkan setiap detik, termasuk waktu sahur. Semoga Allah ﷻ SWT menerima setiap amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur.

![Amalan Sunnah Saat Sahur [TERUNGKAP!] 7 Cara Puasa Aman Penderita Maag Tanpa Kambuh!](https://islamku.id/wp-content/uploads/2025/12/image-6.png)



![Amalan Sunnah Saat Sahur [HOT] 7 Cara Sikat Gigi Saat Puasa Agar Tetap Segar & Nggak Batal!](https://islamku.id/wp-content/uploads/2025/12/image-14.png)
