3 Varian Doa Setelah Sholat Tarawih Lengkap Arab Latin (Panduan Praktis)

Doa Setelah Sholat Tarawih

Doa setelah sholat tarawih adalah bacaan munajat yang dilafalkan pada jeda waktu antara selesainya rakaat terakhir sholat tarawih dan sebelum memulai rangkaian sholat witir. Secara umum, masyarakat muslim di Indonesia melazimkan membaca Doa Kamilin yang berisi permohonan kesempurnaan iman dan keselamatan akhirat, namun doa ini bukanlah syarat sah sholat sehingga jamaah diperbolehkan membaca doa kebaikan lainnya yang ma’tsur jika belum menghafalnya.

Jujur saja, saya sering melihat kebingungan di wajah para jamaah, terutama anak-anak muda atau saudara kita yang baru hijrah, ketika imam selesai salam pada rakaat terakhir tarawih dan langsung melafalkan doa yang panjang dengan tempo cepat. Rasanya hati kita ingin sekali ikut mengamini dengan khusyuk, tapi lidah seringkali kelu karena tidak hafal teksnya atau bahkan tidak mengerti apa yang sedang diminta. Kita semua tentu sepakat bahwa kita ingin ibadah Ramadan kita diterima oleh Allah ﷻ, bukan sekadar gerakan fisik semata tanpa penjiwaan di dalamnya. Oleh karena itu, tulisan ini saya buat sebagai catatan pengingat bagi diri saya sendiri dan kita semua, agar di Ramadan nanti kita tidak hanya menjadi penonton saat doa dibacakan, melainkan turut serta melangitkan harapan dengan pemahaman yang utuh.

Teks Lengkap Doa Kamilin (Bacaan Populer) 🕌

Berdasarkan pengalaman saya berkeliling ke berbagai masjid di Indonesia, Doa Kamilin adalah yang paling sering dibaca oleh imam. Doa ini memiliki struktur bahasa yang sangat indah dan mencakup hampir seluruh kebutuhan hidup kita, mulai dari urusan iman, rezeki, hingga perlindungan dari siksa neraka.

Namun, saya pernah menemui kasus dimana seseorang merasa minder dan enggan tarawih di masjid hanya karena tidak hafal doa ini. Padahal, Allah ﷻ Maha Mendengar segala bahasa dan doa. Berikut adalah teks doa setelah sholat tarawih yang bisa Anda baca atau simpan di HP untuk dibaca saat tarawih nanti:

Arab:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca :  Panduan Doa Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan agar Sah dan Penuh Berkah

Latin: Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-sholâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa limâ ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhidîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’i râdlîn. Wa lin-na‘mâ’i syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i sayyidinâ muhammadin shollallâhu ‘alaihi wa sallam yaumal qiyâmati sâ’irîn. Wa ‘alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sarîril karâmati qâ‘idîn. Wa min hûrin ‘în mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqin wa dîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dzâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfatil mubârakati minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shollallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharap ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad ﷺ pada hari kiamat…”

⚠️ Penting: Jangan merasa terbebani jika belum hafal. Anda diperbolehkan membaca teks doa ini melalui HP saat imam memimpin doa. Yang dinilai oleh Allah ﷻ adalah ketulusan hati, bukan semata kelancaran lidah.

📢 Rekomendasi: Agar lebih mudah menghayati makna sholat dan doa, saya menyarankan Anda memiliki buku panduan yang praktis.

Baca :  5 Amalan Wanita Haid Ramadhan Ini Bikin Dosa Lenyap!

Tata Cara dan Waktu Membaca Doa

Seringkali terjadi kekeliruan di lapangan, dimana jamaah mengira doa ini dibaca setelah Witir. Padahal, posisi tepat doa setelah sholat tarawih ini adalah sebagai “jeda” atau pemisah.

1. Waktu Jeda Sebelum Witir

Doa ini dibaca setelah Anda menyelesaikan seluruh rangkaian rakaat tarawih (baik itu formasi 20 rakaat maupun 8 rakaat) dan sebelum Anda berdiri untuk memulai sholat Witir. Ini adalah momen transisi. Kita mengambil nafas sejenak, menata hati kembali sebelum menutup malam dengan sholat ganjil (Witir).

2. Transisi dengan Dzikir

Biasanya, bilal akan memandu dengan sholawat atau tarhim. Saat itulah kita dianjurkan untuk mengikuti alurnya dengan tenang. Jangan terburu-buru kabur. Saya perhatikan fenomena “kabur sebelum witir” ini marak sekali terjadi di masjid-masjid perkotaan karena alasan mengejar waktu istirahat. Padahal, momen doa setelah sholat tarawih bersama jamaah memiliki keutamaan tersendiri.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud: “Barangsiapa yang sholat bersama imam sampai imam selesai, maka dicatat baginya pahala sholat semalam suntuk.”

Jadi, saran saya, tuntaskanlah hingga imam benar-benar selesai berdoa dan menutup dengan Witir.

Menghayati Makna Doa Kamilin: Mengapa Disebut Doa Paripurna?

Pernahkah Anda merenung sejenak, mengapa para ulama menyusun teks doa setelah sholat tarawih yang begitu panjang ini dengan nama “Kamilin” (Orang-orang yang sempurna)?

Bagi saya pribadi, doa ini seperti “peta jalan” kehidupan seorang muslim. Jika kita bedah anatominya, doa ini tidak langsung meminta surga, tetapi meminta “bekal” untuk menuju ke sana. Ini poin kritis yang sering terlewatkan. Banyak dari kita berdoa minta hasil akhir (Surga/Kaya/Sukses), tapi lupa meminta kemampuan untuk menjalani prosesnya.

Berikut adalah 3 pilar utama dalam doa ini yang wajib kita hayati:

  1. Permohonan Kualitas Diri (Internal): Kalimat pembukanya adalah Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn (Jadikanlah kami orang yang imannya sempurna). Ini fondasi. Kita meminta agar iman kita tidak naik-turun drastis, terutama setelah Ramadan berlalu.
  2. Sikap Terhadap Dunia (Mindset): Ada kalimat Wa fid-dunyâ zâhidîn (Dan zuhud di dunia). Jangan salah paham, zuhud bukan berarti kita harus miskin dan menolak kekayaan. Dalam konteks lapangan dan bisnis yang saya jalani, zuhud itu artinya “meletakkan dunia di tangan, bukan di hati”. Kita bekerja keras mencari rezeki, tapi hati tidak terikat padanya.
  3. Orientasi Akhirat (Vision): Di bagian akhir, doa ini memvisualisasikan kita minum dari telaga Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah afirmasi spiritual yang kuat. Saat kita membacanya, bayangkan kita benar-benar sedang antre di padang mahsyar menunggu giliran bertemu Rasulullah.

Alternatif Bacaan Doa Pendek Bagi yang Belum Hafal

Seringkali saya ditanya oleh teman-teman yang baru mulai aktif ke masjid, “Bang, saya malu kalau diam saja saat orang lain baca doa panjang. Ada nggak doa yang lebih pendek tapi tetap sah?”

Baca :  7 Fakta Hukum Obat Tetes Mata Puasa: Medis & Dalil [Panduan Sahabat]

Jawabannya: Tentu ada!

Ingat prinsip ini: Kekhusyukan lebih utama daripada panjangnya bacaan tapi hati lalai. Allah ﷻ melihat hati hamba-Nya. Jika Doa Kamilin terasa terlalu berat untuk dihafal saat ini, Anda bisa menggunakan doa-doa yang bersumber langsung dari Al-Qur’an.

Berikut adalah opsi doa setelah sholat tarawih yang ringkas namun powerful:

1. Doa Sapu Jagat (Paling Aman & Lengkap)

Ini adalah doa pamungkas para Nabi. Mencakup kebaikan dunia, kebaikan akhirat, dan perlindungan dari neraka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

2. Doa Agar Amal Diterima

Inti dari sholat Tarawih adalah penerimaan amal. Maka, doa Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah ini sangat relevan dibaca setelah tarawih.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rabbanā taqabbal minnā innaka antas-samī’ul-‘alīm.

Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127).

📢 Rekomendasi: Untuk menjaga kenyamanan saat berlama-lama duduk berdoa dan berdzikir di antara Tarawih dan Witir, perlengkapan ibadah yang empuk sangat membantu.

FAQ: Pertanyaan Seputar Doa Tarawih

Sebagai penutup, saya merangkum beberapa pertanyaan yang paling sering muncul di kolom komentar atau diskusi pengajian terkait topik ini.

1. Apakah doa setelah sholat tarawih harus dibaca berjamaah dengan suara keras?

Tidak harus. Membaca doa secara jahr (keras) oleh imam bertujuan untuk memimpin makmum yang mungkin tidak hafal doa tersebut (ta’lim). Namun, jika Anda sholat tarawih sendirian di rumah (munfarid), Anda sangat dianjurkan membacanya dengan suara lirih atau dalam hati (sirr), karena itu lebih dekat dengan keikhlasan dan kekhusyukan.

2. Bagaimana jika saya tidak membaca doa sama sekali dan langsung sholat Witir?

Sholat Anda tetap sah. Membaca doa setelah sholat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan), bukan rukun atau syarat sah sholat. Namun, Anda rugi besar karena melewatkan waktu mustajab di bulan Ramadan. Ibarat Anda sudah bekerja keras seharian, tapi menolak saat diberikan bonus tambahan. Sayang, kan?

3. Bolehkah membaca doa dalam Bahasa Indonesia?

Sangat boleh, terutama saat Anda sholat sendirian. Allah ﷻ mengerti semua bahasa. Daripada memaksakan membaca teks Arab tapi tidak paham artinya, lebih baik Anda berdoa menggunakan bahasa Indonesia dengan penuh penghayatan dan air mata. Itu lebih “kena” di hati.

Kesimpulan

Sahabat muslim, doa setelah sholat tarawih bukan sekadar ritual penutup. Ia adalah momen jeda untuk menata kembali niat kita sebelum mengakhiri malam dengan Witir. Baik Anda memilih membaca Doa Kamilin yang panjang maupun doa sapu jagat yang ringkas, pastikan hati Anda hadir di sana.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi titik balik perbaikan diri kita. Mari kita luruskan shaf, rapikan niat, dan langitkan doa terbaik kita.

Wallaahu a’lam bish-shawabi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *