Cara Sholat Tarawih Sendiri Di Rumah

Cara sholat tarawih sendiri di rumah pada dasarnya sama dengan sholat tarawih berjamaah, namun tanpa imam dan makmum. Anda cukup melaksanakan sholat sunnah dua rakaat-dua rakaat. Niatnya adalah niat sholat tarawih. Anda bisa memilih format 8 rakaat (4 kali sholat dua rakaat) atau 20 rakaat (10 kali sholat dua rakaat), yang kemudian ditutup dengan sholat witir 1 atau 3 rakaat. Keutamaan sholat sunnah, termasuk tarawih, di rumah justru lebih besar untuk menghindari riya dan mengajarkan ibadah kepada keluarga.
Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan, bukan hanya karena puasa, tapi juga karena syiar ibadah malamnya, yaitu sholat tarawih. Namun, bagi sebagian besar dari kita, rutinitas harian yang padat seringkali menjadi penghalang. Saya sering menemui jamaah yang mengeluh: “Ustadz, saya pulang kerja sudah larut malam, masjid sudah sepi. Apakah pahala tarawih saya hilang kalau sholatnya sendirian di rumah?” atau “Saya seorang ibu rumah tangga dengan anak balita, sulit sekali meninggalkan rumah untuk tarawih berjamaah.”
Jika Anda termasuk dalam kategori tersebut, jangan pernah berkecil hati. Allah ﷻ SWT tidak melihat tempat ibadah, melainkan ketulusan niat dan usaha Anda untuk mendekat kepada-Nya. Kekhawatiran bahwa sholat tarawih di rumah kurang afdhal dibandingkan di masjid perlu kita luruskan. Justru dalam banyak hadis, Rasulullah ﷺ SAW menganjurkan sholat sunnah dilakukan di rumah. Artikel ini akan memandu Anda secara praktis, langkah demi langkah, agar Anda bisa melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah dengan khusyuk dan penuh keyakinan. Kita akan bahas tuntas dari niat, perbedaan rakaat, hingga waktu terbaik pelaksanaannya.
Hukum Sholat Tarawih Sendiri di Rumah: Mitos dan Kenyataan
Seringkali kita mendapati pandangan bahwa sholat tarawih harus dilakukan secara berjamaah di masjid. Pandangan ini muncul karena syiar Ramadhan yang kuat, di mana masjid-masjid dipenuhi jamaah saat tarawih. Namun, sebagai seorang muslim yang memahami fiqih, kita perlu membedakan antara syiar dan hukum. Sholat tarawih adalah sunnah muakkadah, bukan fardhu. Mayoritas ulama berpendapat bahwa sholat sunnah lebih baik dilakukan di rumah, kecuali sholat sunnah yang memang disyariatkan berjamaah seperti sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Bahkan, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit, Nabi Muhammad ﷺ SAW bersabda, “Kerjakanlah sholat, wahai sekalian manusia, di rumah-rumah kalian. Karena sesungguhnya sholat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya, kecuali sholat fardhu.”
Mengapa Rasulullah ﷺ menganjurkan sholat sunnah di rumah? Ada beberapa hikmah besar di baliknya. Pertama, untuk menghindari riya. Sholat di rumah dapat menjaga hati kita dari pandangan orang lain dan fokus hanya pada Allah ﷻ. Kedua, untuk mendidik keluarga. Ketika kita sholat tarawih di rumah, anak-anak melihat dan meniru, sehingga ibadah menjadi bagian dari budaya rumah tangga. Ketiga, untuk memberikan fleksibilitas. Dengan sholat di rumah, Anda bisa menentukan waktu tarawih di sela-sela kesibukan tanpa perlu terikat jadwal imam masjid. Jadi, jangan ragu, sholat tarawih di rumah adalah keutamaan, bukan keterpaksaan.
Perbedaan Format Tarawih 8 Rakaat dan 20 Rakaat
Salah satu perdebatan yang paling sering muncul di tengah masyarakat adalah apakah sholat tarawih harus 8 rakaat atau 20 rakaat. Perdebatan ini seringkali menjadi sumber perselisihan dan membuat sebagian orang bingung memilih. Sebagai seorang ustadz, saya ingin meluruskan bahwa kedua jumlah rakaat tersebut memiliki landasan fiqih yang kuat. Keduanya sah dan diterima.
Secara ringkas, 8 rakaat merujuk pada praktik sholat malam Rasulullah ﷺ SAW yang diceritakan oleh Sayyidah Aisyah RA. Format ini sering disebut sebagai tarawih yang lebih ringan dan fokus pada kualitas kekhusyukan. Sementara itu, format 20 rakaat (ditambah 3 witir, total 23 rakaat) merujuk pada praktik Khalifah Umar bin Khattab RA yang kemudian disepakati oleh mayoritas ulama Syafi’i, Hanafi, dan Maliki. Beliau menetapkan 20 rakaat saat melihat umat Islam berkumpul di masjid dan sholat malam dipimpin oleh imam. Keduanya adalah sunnah, tinggal Anda pilih mana yang paling sesuai dengan kondisi fisik dan waktu Anda di rumah.
Perbandingan Fiqih: Tarawih 8 vs 20 Rakaat
| Aspek Pembeda | Tarawih 8 Rakaat (Sunnah Rasulullah ﷺ) | Tarawih 20 Rakaat (Sunnah Khulafaur Rasyidin) |
|---|---|---|
| Dasar Hukum | Hadis Aisyah RA tentang sholat malam Rasulullah ﷺ SAW (riwayat Bukhari dan Muslim). | Ijma’ (kesepakatan) sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab RA. |
| Pelaksanaan | Sholat 4 kali dengan 2 rakaat setiap sholat. Total 8 rakaat. | Sholat 10 kali dengan 2 rakaat setiap sholat. Total 20 rakaat. |
| Fokus | Kualitas sholat dan kekhusyukan yang mendalam. | Kuantitas sholat sebagai syiar ibadah malam. |
| Konteks Lapangan | Sangat ideal bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau fisik, atau ingin fokus pada sholat malam yang lebih panjang. | Lebih banyak dilaksanakan di masjid-masjid Indonesia secara berjamaah, sebagai upaya meneladani para sahabat. |
Langkah-Langkah Praktis Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah sangatlah mudah, tidak perlu ada kekhawatiran. Intinya adalah Anda sholat sunnah dua rakaat-dua rakaat. Ikuti panduan praktis ini:
Niat Tulus dan Awal Sholat
- Sebelum memulai sholat, tenangkan pikiran Anda. Pastikan Anda sudah berwudhu dan tempat sholat Anda bersih.
- Niat (diucapkan dalam hati): Ketika berdiri untuk sholat, niatkan dalam hati bahwa Anda akan melaksanakan sholat sunnah tarawih. Niatkan sholat tarawih (sunnatan tarawiih rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala).
Membaca Surat Pendek dan Dzikir
- Rakaat Pertama: Setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat-surat pendek dari Al-Qur’an. Karena Anda sholat sendirian, Anda memiliki keleluasaan untuk membaca surat apa pun yang Anda hafal. Tidak harus surat yang sama seperti di masjid. Jika Anda ingin memperpanjang sholat, Anda bisa membaca surat yang lebih panjang.
- Rakaat Kedua: Lakukan gerakan sholat seperti biasa (ruku, sujud, dan tasyahud akhir). Setelah salam, berdirilah lagi untuk sholat dua rakaat berikutnya.
Jumlah Rakaat (8 atau 20) dan Kecepatan Membaca
- Format 8 Rakaat: Lakukan sholat dua rakaat sebanyak empat kali. Setelah sholat dua rakaat keempat, Anda bisa langsung melanjutkannya dengan sholat witir (penutup sholat malam).
- Format 20 Rakaat: Lakukan sholat dua rakaat sebanyak sepuluh kali.
- Karena Anda sholat sendirian, Anda bebas memilih kecepatan membaca. Saya sarankan untuk tidak terlalu terburu-buru. Nikmati setiap bacaan, renungkan maknanya, dan fokuslah pada kekhusyukan.
Menjaga Konsistensi Waktu Tarawih
- Waktu sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berakhir saat fajar (waktu subuh) tiba.
- Jika Anda pulang kerja larut malam, Anda masih punya waktu hingga sepertiga malam terakhir. Justru sholat pada waktu sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan luar biasa. Jangan menunda-nunda tarawih sampai mendekati subuh.
Tata Cara Khusus Sholat Witir di Rumah
Sholat tarawih dianggap sempurna jika ditutup dengan sholat witir. Sholat witir adalah sholat ganjil yang menjadi penutup ibadah malam. Rasulullah ﷺ SAW bersabda, “Jadikanlah akhir sholat malam kalian adalah sholat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pilihan 1: Witir 3 Rakaat dengan Dua Salam (2 rakaat + 1 rakaat)
- Sholat Dua Rakaat Pertama: Niatkan sholat sunnah witir dua rakaat. Setelah salam, langsung berdiri lagi.
- Sholat Satu Rakaat Kedua: Niatkan sholat sunnah witir satu rakaat. Di rakaat ini, setelah ruku’ Anda bisa membaca doa qunut witir (disunnahkan pada separuh Ramadhan kedua). Setelah salam, sholat witir Anda selesai.
Pilihan 2: Witir 3 Rakaat dengan Satu Salam
- Sholat Tiga Rakaat Sekaligus: Niatkan sholat witir tiga rakaat. Berdiri, sholat rakaat pertama dan kedua seperti biasa. Setelah tasyahud awal (duduk di antara dua sujud), berdiri lagi tanpa salam untuk rakaat ketiga. Sholat rakaat ketiga, tasyahud akhir, dan salam.
Alasan Utama Sholat Tarawih Sendiri Lebih Baik dari Pada Tidak Sama Sekali
Di lapangan, saya sering mendapati orang yang memilih untuk tidak sholat tarawih sama sekali karena tidak bisa pergi ke masjid. Padahal, tarawih di rumah adalah solusi yang sangat baik. Allah ﷻ SWT melihat niat tulus Anda. Jika Anda memiliki halangan syar’i (seperti sakit, musafir, atau menjaga anak), tarawih di rumah tidak mengurangi sedikitpun pahala Anda. Bahkan, sholat tarawih di rumah memberikan kesempatan untuk melatih kedisiplinan diri tanpa dorongan sosial. Ketika Anda sholat sendirian di rumah, Anda melatih diri untuk membangun kedekatan pribadi dengan Allah ﷻ SWT tanpa perlu memamerkan ibadah kepada orang lain.
Maka dari itu, saya sangat menganjurkan Anda untuk menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah malam Anda, meskipun hanya di rumah. Jangan jadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak beribadah. Ingatlah, bahwa sholat di sepertiga malam terakhir, di mana Anda bisa sholat tarawih dan witir, adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Manfaatkan waktu ini untuk merenung dan memohon ampunan.
Konsisten Tarawih di Rumah: Tips Agar Tidak Lelah dan Jenuh
Mengapa banyak orang yang di awal Ramadhan semangat, tetapi di pertengahan sudah mulai kendor? Konsistensi adalah kuncinya. Tarawih di rumah memang butuh disiplin yang lebih tinggi karena tidak ada dorongan dari lingkungan sekitar.
- Tetapkan Waktu Spesifik: Jika Anda memutuskan tarawih di rumah, jangan tunda-tunda. Begitu selesai sholat Isya, langsung kerjakan tarawih. Ini akan mencegah rasa lelah menumpuk dan godaan untuk tidur.
- Variasi Bacaan Surat: Untuk menghindari kebosanan, variasikan surat-surat yang Anda baca. Jangan hanya terpaku pada Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bacalah surat-surat lain yang Anda hafal. Ini juga dapat membantu memperlancar hafalan Al-Qur’an Anda.
- Libatkan Keluarga: Ajak pasangan atau anak Anda (jika sudah baligh) untuk sholat tarawih bersama di rumah. Ini akan menjadi ibadah berjamaah kecil yang sangat bermanfaat untuk menumbuhkan nuansa Ramadhan di keluarga Anda.
Jadikan Tarawih Sebagai Sarana Introspeksi
Ingatlah, Ramadhan adalah madrasah spiritual. Sholat tarawih adalah salah satu kurikulum utamanya. Jika Anda terpaksa sholat sendiri di rumah, pandanglah ini sebagai peluang untuk berdialog lebih intensif dengan Allah ﷻ SWT. Tidak ada suara-suara lain, tidak ada interupsi, hanya Anda dan Tuhan semesta alam. Gunakan waktu ini untuk merenung, beristighfar, dan memohon agar Allah ﷻ menerima semua amal ibadah kita. Insya Allah ﷻ, pahala tarawih Anda akan berlipat ganda, bahkan jika Anda sholat sendirian di sudut rumah Anda.
FAQ Mengenai Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
1. Bolehkah wanita sholat tarawih sendiri di rumah, dan apakah niatnya berbeda?
Tentu saja boleh, bahkan lebih baik. Niatnya sama, yaitu niat sholat tarawih. Sholat sunnah bagi wanita lebih dianjurkan di rumah untuk menghindari fitnah dan menjaga aurat.
2. Apakah wajib membaca doa qunut witir?
Membaca doa qunut witir adalah sunnah (dianjurkan) dalam mazhab Syafi’i, khususnya pada separuh akhir Ramadhan. Namun, jika Anda tidak hafal, sholat witir Anda tetap sah tanpa qunut.
3. Bolehkah sholat tarawih di rumah sambil duduk karena sakit?
Ya, sholat sunnah bisa dilakukan sambil duduk jika Anda memiliki uzur (halangan) syar’i seperti sakit atau kondisi fisik yang lemah. Sholat sambil duduk tetap sah dan pahalanya sempurna jika uzurnya benar-benar ada.
4. Apakah sholat tarawih harus membaca surat-surat panjang?
Tidak harus. Anda bebas membaca surat pendek apa pun. Namun, membaca surat yang panjang tentu lebih baik karena akan memperpanjang waktu sholat dan menambah kekhusyukan.
5. Bagaimana jika saya sholat tarawih sendiri, tetapi di rumah ada anggota keluarga lain yang sholat tarawih berjamaah di masjid?
Tidak masalah. Ini kembali pada pilihan dan kondisi masing-masing individu. Anda tetap bisa sholat tarawih di rumah sesuai jadwal dan kemampuan Anda.

![tata cara sholat tarawih sendiri di rumah 7 Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat: Panduan Sah 1 & 2 Salam [Lengkap]](https://islamku.id/wp-content/uploads/2026/01/image-7-768x419.png)




![tata cara sholat tarawih sendiri di rumah 7 Fakta Hukum Obat Tetes Mata Puasa: Medis & Dalil [Panduan Sahabat]](https://islamku.id/wp-content/uploads/2025/12/image-22.png)